M-one

Sekedar Catatan Biasa

Nobar Akad Nikah Ibas-Aliya

Kalau Senin (21/11) lalu semua mata rakyat Indonesia tertuju ke Gelora Bung Karno (GBK) tapi hari ini (Kamis,24/11) jutaan mata tertuju ke Cipanas, Jawa Barat.

nobar-ibas-aliyaYups, Ibas dan Aliya resmi menjadi pasangan suami istri. Prosesi akad nikah putra orang pertama di Indonesia dengan putri dari ketua Partai Politik menjadi yang sangat dinanti-nantikan banyak orang.

Buat warga Cipanas prosesi akad nikah Ibas - Aliya menjadi tontonan rakyat yang menarik. Berbondong-bondong mereka datang ke Istana Presiden dari orangtua, remaja sampai anak-anak. Bahkan katanya rela berjalan 2 kilometer. Maklum demi kelancaran acara, sekolah di kawasan Cipanas sengaja diliburkan.

Dengan layar lebar yang sudah disediakan mereka pun nonton dipinggiran jalan. Mungkin baru kali ini acara prosesi akad nikah ditonton layakanya nonton layar tancap atau nobar bola. Bedanya cuma nga ada yang teriak-teriak dan berseragam tim kesebelasan.

Berapa X kata ‘Goblok’ Terucap Saat Nonton Final INA vs MAL?

Coba hitung berapa kali kata \’GOBLOK\’ yang keluar dari mulut penonton saat timnas Garuda Muda tanding dengan timnas Malaysia? Atau berapa banyak kalimat hujatan, cacian, sumpah serapah di twitter saat Tibo cs kalah dalam drama adu pinalti.

garuda-mudaKetika pemain garuda muda gagal mengeksekusi bola ke gawang lawan, kata Goblok pun terucap dengan lantang. Bahkan kadang diteruskan dengan kalimat \”ganti aja nih, tendangannya jelek banget,\” (sambil nunjuk ke wajah pemain).

Begitu gampang cacian itu keluar dari mulut. Padahal mereka nga merasakan bagaimana usaha pemain yang mati-matian di lapangan. Emosi sesaat? Ya, penonton nga mau tim kesayangannya kalah dari tim lawan. Begitu besar harapannya, sedikit pun kesalahan yang dibuat pemain bakal jadi uneg-uneg kekecewaan.

Bagusnya emosi itu cuma sesaat. Pada akhirnya penonton bisa menerima kekalahan itu. Meski masih ada kalimat kekecewaan di sosial media, tapi banyak juga yang memberikan sanjungan dan pujian. \’Garuda Mudah Kalah Terhormat\’, \’Biar kalah Garuda tetap di dadaku\’.

Setidaknya penampilan Garuda Muda memberikan hiburan buat rakyat Indonesia di tengah kondisi bangsa yang bergejolak terkait korupsi para pejabatnya.

Hebat Garuda Muda, dua jempol buat suporter Indonesia. Tetap menunggu aksi timnas selanjutnya. Kami selalu mendukungmu.

Blog Nusantara Selera Nusantara

Kota Sidoarjo akhir pekan kemarin menjadi pusat perhatian para blogger. Bukan lantaran lumpur lapindo, melainkan ajang kopi darat dari ribuan blogger yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
blogger-nusantara

Mereka datang dari berbagai komunitas blogger daerah. Berkumpul dalam kopdar akbar yang bertajuk ‘Blogger Nusantara’. Hadir komunitas blogger Angin Mamiri dari Makasar, komunitas blogger plat m dari Madura, komunitas dotsemarang dari semarang, komunitas blogvaganza dari Bandung, komunitas blogger Banten, Komunitas blogger Bojonegoro, Komunitas blogger Jakarta, Komunitas blogger Ambon dll.

Acara digelar di dua tempat, resminya di Sun City Convention Hall dan tidak resminya digelar malam hari di lapangan tennis Indoor. Dua lokasi yang cukup lumayan buat jalan kaki.

Sekilas acara kopdar blogger Nusantara ngak jauh beda dengan acara kopdar blogger yang pernah ada sebelumnya. Bedanya, waktunya digelar lebih lama. Dibuka hari Jumat (28/10) dan ditutup Minggu siang (30/10).

Menjadi pemandangan yang sangat berbeda ketika hadir di acara kopdar blogger serupa. Di blog nusantara tak tercium bau wangi, tak nampak blogger dengan pakaian seksi, serta sepinya booth dari sponsor.

Menariknya dari acara blog nusantara ini adalah para blogger rela tidur berjamaah di basecamp. Panitia mengubah lapangan tennis Indoor di Sidorajo menjadi tempat penginapan layaknya pengungsi di penampungan. Blogger pun rela tidur berlapiskan kasur lipat plus bantal.

Hawa panas dan gigitan nyamuk serta fasilitas toilet umum yang katanya airnya suka ndadat menjadi curhatan blogger ke panitia. Tapi semua itu justru akan menjadi bahan cerita yang tak terlupakan. Kebersamaan menjadi lebih penting. Saling kenal lebih dekat antar blogger (Bisa jadi tambah follower tuh), belum lagi share antar komunitas.

Bagi gw, acara di barak sepertinya lebih seru ketimbang acara yang digelar di convention hall. Jujur aja, gw cs emang ngak tidur di barak, tapi gw bisa merasakan kebersamaan itu. Tambah teman, share, canda antar blogger dan makan bareng. Buat gw itu ’sesuatu banget’. Apalagi saat ngobrol, logat bahasanya pun beda-beda. Ada logat jawa, madura sampai ambon. Ya namanya blog Nusantara, suasananya ya jadi nusantara banget.

Salut, itu ucapan gw buat para panitia Blog Nusantara yang bisa menyatukan blogger senusantara dan melahirkan komunitas blogger baru. Semoga menjadi ajang tahunan yang bermanfaat. Berharap bisa ketemu kembali di lain kota.

Kata-Kata ‘Sakti’ Saat Ditilang Polisi

tilang-polisi1Paling sebel kalo kena tilang. Apalagi ditilang karena kesalahan kecil yang kita tidak tahu atau tidak sengaja melanggar peraturan lalu lintas. Misalnya melanggar rambu yang memang tidak kelihatan posisinya. Tau-tau di depan ada polisi yang langsung priiiiiit…

Biasanya kalo udah begini, pikiran kita langsung ke duit buat bayar pak polisi supaya nga kena tilang. Kalo petugas dan pengemudi bandel transaksi di jalan pun terjadi. Tapi nga semua petugas seperti itu. Tilang tetap tilang.

Berdasarkan cerita dan pengalaman temen-temen. Ada kata-kata sakti yang biasanya bisa menangkal kena tilang. Kata-kata ini kadang mujarab kadang juga nga sih. Apa tuh kata-kata saktinya? ‘Anggota pak’, ‘anak jenderal pak, dan ‘lagi tugas pak (wartawan)’.

‘Anggota pak’ maksudnya sama-sama anggota jadi dilarang saling tilang. Bisa sama-sama polisi atau bisa juga dari angkatan lain. Apalagi kalo wajah udah mendukung sebagai anggota, rambut cepak, badan kekar, polisi tak ragu lagi untuk menyuruh anda langsung jalan. Tapi kalo punya body kerempeng, badan putih, pendek, rambut gondrong. Sepertinya agak sulit untuk polisi mempercayai bahwa anda adalah anggota. Anggota srimulat mungkin polisi lebih percaya hehehehe…

‘Anak jenderal’ atau punya keluarga atau kerabat yang punya jabatan tinggi di kepolisian. Kasus seperti ini biasanya harus pake acara telpon dulu ke orangtua atau kerabat untuk memastikan bahwa benar-benar orang ini anak pejabat kepolisian atau jenderal.

Kasus ini pernah gw alamin sendiri. Waktu itu gw n rombongan jalan-jalan ke luar kota. Gara-gara rambu perboden nga kelihatan dan polisi yang ada disitu juga nga kasih tau kalo gw salah. Eh langsung di priiit. Lantaran punya tetangga yang kerja di Mabes. Telpon tetangga aja, masalah langsung beres.

‘Lagi tugas pak’, biasanya kasus ini dialami sama wartawan. Tinggal nunjukin id pers biasanya bisa langsung jalan. Nga tau kenapa petugas sungkan buat tilang wartawan. Tapi untuk kata sakti ini tidak selalu berhasil loh! Justru kadang sebaliknya, karena ngaku wartawan malah kena tilang beneran. Mungkin di depan wartawan polisi ingin jaga wibawanya.
Nah silakan deh kalo mau coba.

Mau Jujur Malah Digusur

Jujur, kata yang mudah diucapkan namun sulit untuk dilakukan. Bicara jujur jadi ingat waktu ulangan atau ujian di bangku sekolah dasar kelas satu. Ada pertanyaan pilihan seperti ini.

Salah satu sikap yang baik adalah?
a.Jujur b.Bohong c.Mencuri.

jujur-donkSudah pasti guru atau orangtua akan membenarkan jawaban ‘A’ atau jujur.  Tapi sekarang kata Jujur itu hanya sekedar ucapan atau janji yang sering diucapkan namun sedikit yang mempraktekan. Sikap jujur sudah menjadi barang langkah atau asing. Bahkan orang yang mempraktekan kata jujur justru akan merasa asing atau diasingkan.

Satu kasus yang ramai di pemberitaan media yakni Nasib Ibu Siami, yang jujur malah jadi hancur. Ibu Siami dan keluarganya terpaksa harus mengungsi hanya karena melaporkan pencontekan masal di sekolah anaknya. Puluhan warga, terutama wali murid kelas VI, berunjuk rasa di depan rumah Siami. Mereka protes pelaporan itu dan berteriak-teriak mengusir Siami karena dinilai meresahkan. Akibat pelaporan ini tiga guru diberhentikan.

Mungkin bagi warga atau guru bersangkutan, menyontek itu hal biasa dilakukan oleh seorang siswa yang tak perlu dibesar-besarkan. Menyontek di sekolah adalah hal sepele yang tidak merugikan banyak orang dan tak menimbulkan akibat fatal buat orang lain.

Mungkin bagi sebagian orang perbuatan tidak jujur atau berbohong selama tidak merugikan orang lain bukan dianggap dosa besar. Ambil contoh, saat kita buat janji untuk bertemu dengan teman. Kita akui saat ditanya oleh teman kita sudah sampai mana? Kita bilang otw, padahal masih ada di rumah. Nah karena sudah terbiasa berbohong seperti itu, lama-lama sudah dianggap hal yang biasa.

Padahal mereka lupa akan pelajaran moral yang mereka ajarkan kepada anak-anaknya sejak usia dini. Bahwa yang namanya bohong atau tidak jujur adalah perbuatan berdosa entah bohong kecil atau besar namanya bohong atau tidak jujur. Pasti dilaknat Tuhan.

Saat ini perbuatan tidak jujur sudah menjadi hal yang biasa. Makanya sungguh tak heran bila kasus korupsi tumbuh berkembang di negeri kita ini. Akibatnya orang-orang yang jujur malah terlempar. Mereka merasa asing dengan lingkungan yang penuh kebohongan. Tak jarang pula karyawan atau pegawai dimutasi oleh bosnya lantaran kejujurannya. Banyak pejabat yang tak kuat karena mempertahankan kejujuranya. Bahkan diserang oleh pejabat lain yang dianggap sok suci.

Bila korupsi mau dibabat habis, selain penegakan hukum yang tegas dan kuat. Pendidikan moral juga harus diterapkan sejak anak usia dini. Bukan sekedar jadi pelajaran hafalan di sekolah.

Jangan kebiasaan buruk itu dipertahankan dan dijadikan budaya. Sekecil apa pun bila Tuhan mengatakan itu dosa, sebisa mungkin harus dihindarkan.

Semoga bermanfaat, terutama bagi penulis semoga senantiasa diberikan istiqomah untuk menjunjung tinggi kejujuran.  Kadang kejujuran itu luput dari hidup kita sehari hari.

Masih Pantaskah DPR Dijuluki Dewan Terhormat?

Sebagai dewan yang dipilih rakyat, DPR seharusnya menjadi dewan yang dihormati oleh rakyatnya. Namun mengapa belakangan wibawa anggota DPR di mata rakyatnya justru kian merosot. Tak lagi dihormati malah Cacian yang didapati.

dpr-sidangTak henti-henti media menyoroti kelakuan para anggota DPR. Mulai dari absen di sidang, study banding ke luar negeri yang nggak jelas, dugaan korupsi, nonton film porno disaat sidang, anggaran pembangunan gedung DPR sampai masalah website DPR yang biayanya keterlaluan. Ditambah komentar perang mulut sesama anggota DPR.

Rakyat muak dengan kelakuan dewan terhormat itu. Hujatan demi hujatan pun mengalir terutama di sosial media sebagai sarana yang paling mudah menyampaikan uneg-uneg.

Menjamurnya jejaring sosial ini membuat rakyat lebih berani menyampaikan kritikan atau protes keras ke anggota dewan. Dan sepertinya, lewat jejaring sosial kritikan lebih ampuh atau tepatnya lebih direspon ketimbang aksi demo turun ke jalan.

Miris bila membaca beberapa komentar atau kritikan pedas yang disampaikan rakyat ke anggota dewan. Tapi mau gimana lagi, rakyat sudah capek dan jenuh melihat kelakuan anggota DPR.

Pemberitaan yang memojokan anggota DPR ditanggapi seorang anggota DPR sebagai usaha LSM bayaran untuk merobohkan parlemen. Betulkah? Muncul komentar, nggak usah pakai LSM bayaran, lihat kelakuan mereka juga DPR pasti roboh.

Harusnya DPR intropeksi diri. Saat ini mata media tengah tertuju ke orang-orang Senayan. Sekecil apa pun kelakuan buruk anggota DPR akan terpantau dan pasti akan jadi berita heboh.

Namun jangan disamaratakan semua anggota DPR itu buruk. Ada pula aksi atau hasil kerja mereka yang baik dan positif. Tapi sayang berita seperti itu tak banyak yang disorot media. Media lebih menyukai berita yang bisa menaikkan oplah, rating dan pageview. Media lebih senang mewawancari pengamat yang kontra, mengambil komentar dari orang-orang yang asal jeplak.

Bila anggota dewan ingin wibawanya kembali terangkat di mata rakyatnya. Ayo berubah. Tunjukan kalau kalian adalah wakil rakyat. Tuntaskan kasus-kasus yang hingga kini belum selesai. Seperti kasus bank century dll. Ingat! kalian tak hanya bertanggung jawab pada rakyat tapi juga pada Tuhan.

Osama Tewas, Akankah Tentara AS Segera Ditarik?

Publik AS menyambut gembira kematian Osama bin Laden. Bahkan Presiden Obama menganggap tewasnya pemimpin jaringan teroris nomer satu dunia itu sebagai kemenangan AS.

Kemenangan yang diraih setelah menelan banyak korban rakyat yang tak berdosa serta materi yang begitu besar. Resiko perang? Hmmm… ya, tapi siapa yang banyak menjadi korban? Rakyat AS kah? Tentara sekutu kah? Siapa yang negerinya hancur atas perang melawan Osama? AS kah? Negara sekutu kah? Siapa yang diuntungkan? AS atau negara sekutu? Yang jelas negara yang ditumpangi AS yang hancur lebur.

osama-bin-ladenEntahlah apakah bagi gw kematian Osama sebagai berita yang menyedihkan atau berita gembira yang harus dirayakan? Namun gw sangat mengkutuk perbuatan teroris. Apalagi kalo itu terjadi di Indonesia.

Terlepas dari tudingan AS bahwa Osama adalah bapaknya teroris, tapi bagi gw pria berjenggot panjang itu sebagai icon melawan sikap semane-mena AS kepada dunia. Dengan alasan menumpas teroris, AS berhasil mengobok-ngobok kedaulatan sebuah negara. Aksi AS ini bukan malah membuat teroris hilang, tapi justru melahirkan teroris baru.

Sebelumnya muncul kabar kalau Osama sengaja dipelihara AS untuk kepentingan minyak di kawasan timur tengah (kepentingan ekonomi). Setelah Osama tak lagi ada, apakah Obama akan segera menarik tentaranya untuk  pulang? Jawabannya sudah pasti tidak mungkin.

Read the rest of this entry →