Kampanye ‘Door to Door’ Lebih Efektif

25 Mar 2014

Pemilu 2014 bukan jamannya lagi pamer knalpot bising atau Konvoi kendaraan yang bikin macet. Pemilu 2014 juga bukan pamer besar-besaran masa pendukung. Pemilu 2014 jangan pula diartikan sebagai moment kebebasan dimana orang bisa seenaknya menyalahi aturan.

59cc798a62b93d0cbd92177749a12bcb_bendera-partai

Naik di atas kendaraan sambil membawa bendera partai, terobos lampu merah, tanpa helm, boncengan yang berlebih, bukan hanya menyalahi peraturan tapi juga membahayakan diri sendiri. Belum lagi keikutsertaan anak-anak dibawah umur menjadi pemandangan di saat musim kampanye tiba.

Kini, prilaku kampanye itu perlahan-lahan mulai ditinggalkan banyak partai. Banyak partai memilih metode kampanye dari rumah ke rumah, ketok pintu alias ‘door to door’. cara ini jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan kampanye yang sifatnya monologis.

Kader partai bisa menjelaskan atau berdialog mengenai misi dan visi partai kepada setiap warga yang dikunjungi. Partai pun juga mendapat masukan apa sebenarya yang diinginkan warga. Lebih mendekatkan partai dengan masyarakat. Lebih baik lagi bila sang caleg yang terjun langsung ke setiap rumah warga.

Metode kampanye door to door juga membuat masyarakat tak lagi kuatir akan kemacetan. Paling tidak bisa mengurangi jumlah kecelakaan dan juga bentrokan massa antar pendukung.

Mari ciptakan Pemilu 2014 sebagai pemilu yang damai, aman dan nyaman. Jadikan pemilu sebagai pengajaran politik yang baik buat masyarakat. Bukan saling serang, bukan pamer massa pendukung di jalan.


TAGS


-

Author

Hanya seorang admin

Search

Recent Post